Panduan Pemanfaatan Smart Classroom untuk Dosen UMS

Smart classroom (kelas pintar) menyediakan lingkungan pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi canggih. Kelas memiliki perangkat smart board (layar sentuh interaktif) yang terhubung ke internet cepat. Selain itu terdapat perangkat yang membantu merekam atau menghubungkan kegiatan pembelajaran di luar kelas. Mahasiswa di luar kelas dapat merasakan suasana pembelajaran di dalam kelas. Pembelajaran dapat berlangsung secara dinamis dan kolaboratif.

Panduan ini menyajikan berbagai skenario kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan oleh dosen UMS menggunakan smart classroom yang sudah tersedia di setiap program studi, serta keterampilan teknis apa saja yang harus dimiliki dosen dalam menjalankan perangkat di smart classroom.

Skenario Proses Belajar Mengajar di Smart Classroom:
  1. Dosen mengajar secara hybrid
  2. Dosen mengajar dengan tatap muka di kelas
  3. Dosen mengajar tanpa membawa laptop
  4. Dosen menyelenggarakan sesi presentasi mahasiswa

1. Mengajar secara Hybrid

Mengajar secara hybrid berarti dosen mengajar secara sinkron dengan menggabungkan mode tatap muka di kelas dan mode tatap maya melalui video conference. Sebagian mahasiswa hadir di kelas dan sebagian lain berada di luar kelas (misalkan di rumah). Pembelajaran hybrid adalah tujuan utama penyediaan smart classroom. Pembelajaran hybrid memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa ketika tidak bisa datang ke lokasi kelas atau ketika kapasitas ruang menjadi kendala.

Keterampilan utama yang perlu dikuasai:
  1. Menyalakan dan menonaktifkan smart board (lihat video 1)
  2. Menghubungkan laptop (dan device lain) dengan smart board (lihat video 2)
  3. Menjalankan Zoom di smart board (lihat video 4)
  4. Menggunakan smart board sebagai papan tulis smart (lihat video 5)

Tambahan keterampilan: Memanfaatkan smart board sebagai PC (lihat video 9), merekam pembelajaran (lihat video 3, lihat video 7, lihat video 8), serta membagikan coretan smart board kepada mahasiswa (lihat video 6).

2. Mengajar dengan Tatap Muka di Kelas

Jika tidak ada mahasiswa di luar kelas, maka terjadi pembelajaran tatap muka penuh. Meski demikian, dosen sebaiknya tetap menyiapkan materi kuliah di LMS agar mahasiswa dapat belajar mandiri di rumah.

Keterampilan utama:
  1. Menyalakan dan menonaktifkan smart board (lihat video 1)
  2. Menghubungkan laptop (dan device lain) dengan smart board (lihat video 2)
  3. Menggunakan smart board sebagai papan tulis smart (lihat video 5)

Tambahan: Memanfaatkan smart board sebagai PC, merekam pembelajaran, dan membagikan coretan ke mahasiswa (lihat daftar video pada bagian sebelumnya).

3. Mengajar Tanpa Laptop

Jika materi sudah lengkap di LMS atau di flash disk, dosen bisa mengajar tanpa membawa laptop. Flash disk dapat langsung digunakan pada smart board untuk menampilkan slide atau mengakses internet sebagai bahan diskusi.

Keterampilan utama:
  1. Menyalakan dan menonaktifkan smart board (lihat video 1)
  2. Menggunakan smart board sebagai papan tulis smart (lihat video 5)
  3. Memanfaatkan smart board sebagai PC (lihat video 9) untuk membuka materi dari flash disk atau internet.

Tambahan: Merekam pembelajaran dan membagikan catatan smart board ke mahasiswa.

4. Menyelenggarakan Sesi Presentasi Mahasiswa

Dalam pembelajaran berbasis kasus atau proyek, mahasiswa dapat mempresentasikan karya mereka secara bergantian di smart classroom.

Keterampilan utama:
  1. Menyalakan dan menonaktifkan smart board (lihat video 1)
  2. Menghubungkan laptop atau device lain dengan smart board dan mengajarkan hal ini kepada mahasiswa (lihat video 2)

Tambahan: Memanfaatkan smart board sebagai PC untuk mencari bahan tambahan, serta menggunakannya sebagai papan tulis smart (lihat video 5).